Catatan dan Goresan Masrizal

Catatan dan Goresan Masrizal

Senin, 03 Januari 2011

Grow with Character! (22/100) Series by Hermawan Kartajaya


Success Breeds Confidence, Not The Other Way Round!


SETELAH beberapa bulan berkeliling untuk memberikan pelatihan di Sampoerna, mulai ada beberapa permintaan. Memang selalu begitu kan? Sebuah restoran yang sepi malah dijauhi orang, walaupun makanannya enak.Tapi, kalau sebuah restoran mulai ramai, pengunjung akan makin ramai! Walaupun, mungkin rasanya biasa-biasa saja!

Itu yang namanya halo effect. Seolah-olah ada customer yang menyapa hello kepada customer lain. Kepercayaan Sampoerna kepada eks direkturnya memberikan kontrak selama setahun membawa dampak positif. Beberapa permintaan berbicara dari perusahaan teman-teman mulai ada.

Harga? Terserah! Seadanya budget! Tapi, setiap kesempatan berbicara, berapa pun bayarannya, saya pakai sebagai laboratorium. Saya selalu mempersiapkan diri baik-baik. Bukan cuma materi, melainkan juga penyesuaian materi tersebut kepada peserta. Undangan untuk berbicara di seminar publik pun mulai datang. Biasanya, malah gak dibayar!

Panitia sengaja mengundang para pembicara ''junior'' supaya mendapatkan gratisan. Paling ada satu pembicara utama yang dibayar dengan benar.

Ini pun saya laksanakan dengan sungguh-sungguh. Peserta seminar selalu saya anggap sebagai customer yang harus dipuaskan. Sedangkan pembicara lain di suatu seminar yang sama selalu saya anggap competitor.

Dengan demikian, saya menjalankan konsep dasar marketing itu sendiri. Yaitu, berusaha mengalahkan competitor dengan cara lebih memuaskan customer! Bukan dengan cara ''menjegal'' atau menjelek-jelekan competitor. Itu disebut black campaign dan biasanya tidak bisa sustainable karena customer akhirnya akan ''nek''!

Malah, customer bisa simpatik kepada competitor yang berada pada posisi ''terzalimi''. Pelayanan pada beberapa customer ini akhirnya menemukan saya dengan Pak Unang, mantan eksekutif Auto 2000 yang waktu itu bekerja untuk Edward Suryajaya.

Pak Edward waktu itu menggebu dengan Summa Group yang masuk ke berbagai bidang. Antara lain, proyek Jembatan Suramadu! Kantornya besar sekali di kawasan Plasa Surabaya sekarang, yang dulu bernama Delta Plaza. Saya diajak Pak Unang berkantor gratis di situ, dengan syarat membantu proyek perkebunan model ''inti-plasma'' di daerah Malang.

Proyek itu juga milik Pak Edward yang berpartner dengan orang lain dengan mimpi mewujudkan suatu kawasan agrowisata.

Pak Unang kayak ''dikirim'' Tuhan kepada saya karena dialah yang menjamin saya kepada Pak Budi, partner Pak Edward, bahwa saya bisa menjadi advisor pemasaran proyek itu! Jadi, di luar training untuk Sampoerna, saya sudah punya satu klien. Saya malah dikasih kantor dan mobil dinas Toyota Crown Saloon!

Saya tidak pernah menduga bahwa saya bisa balik lagi naik Saloon, walaupun masih punya Corolla cicilan sebagai mobil kedua. Di situ pula, saya mulai ''berani'' mempunyai karyawan pertama. Watty, mantan sekretaris di PT SIER Rungkut, ternyata mau ikut saya.

Saya bersyukur sekali mengenal dia, sejak di Sampoerna dulu karena tempat pertemuan rutin Rotary Club Surabaya Rungkut berada di gedung PT SIER. Divisi distribusi yang saya pimpin juga pernah berlokasi di situ.

Tanpa disangka, Watty si gadis Minang yang berjiwa entrepreneur mau bekerja untuk saya karena ingin tahu entrepreneurship saya. Watty memang tidak terlalu lama bekerja. Setelah menikah dengan orang Surabaya yang karyawan BRI, dia banyak buka usaha sendiri. Sampai sekarang, saya masih bertemu dengan Watty dan suaminya yang sudah menjadi kepala regional BRI di Jakarta. Kami sering ketawa-ketawa mengenang masa lalu. ''Saya bersyukur, berani keluar dari PT SIER untuk belajar dari Pak Hermawan untuk menjadi entrepreneur,'' katanya!

Ketika saya keliling ke kota lain, Watty ''jaga gawang'' untuk mengatur jadwal dan ''menjual'' saya lewat telepon. Maklum, kenalannya banyak dari PT SIER dulu. Omzet saya mulai naik dan harga pun mulai lumayan!

Rasa percaya diri pun mulai naik !

Saya jadi ingat kata-kata Al Ries dan Jack Trout dalam salah satu buku mereka. ''It is not confidence that makes you success, but success that makes you confidence!'' Itu sangat benar. Percuma saja punya rasa percaya diri yang besar, tapi tidak sukses !Lebih penting meraih sukses kecil lebih dulu untuk menimbulkan rasa percaya diri! Selanjutnya, sukses yang satu biasanya akan membawa confidence dan sukses lebih besar lainnya.

Itu saya alami sendiri! (*)

Tidak ada komentar: